Mengenal Wasir dan Cara Mengatasinya

Image

Hemoroid atau wasir termasuk penyakit yang sering kita dapati disekitar kita. Sayangnya banyak orang masih menganggap enteng penyakit ini sehingga kurang perhatian untuk mencegahnya. Biasanya pasien enggan memeriksakan sakitnya karena malu sehingga lama kelamaan penyakitnya bertambah parah. Padahal apabila mendapatkan pengobatan sejak awal, besar harapan penyakit wasir ini dapat sembuh total tanpa memerlukan operasi.

Hemoroid atau wasir adalah pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang berada di dalam rektum atau di dalam anus. Kebanyakan hemoroid adalah penyakit ringan dan bahkan tidak menimbulkan gejala. Penyakit ini berhubungan dengan adanya peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada di anus dan sekitarnya.

Peningkatan tekanan darah di area anus dan rektum bisa disebabkan karena terlalu lama mengejan saat buang air besar yang berakibat terjadinya konstipasi. Konstipasi yang terjadi biasanya akibat dari kekurangan nutrisi serat di dalam makanan.

Berikut adalah hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya wasir:
- Sering mengangkat benda berat secara rutin.
- Usia semakin tua yang membuat penopang jaringan tubuh menjadi semakin lemah.
- Batuk terus-menerus atau sering muntah
- Kelebihan berat badan.
- Memiliki iwayat kesehatan keluarga yang sakit hemoroid.
- Sering duduk dalam waktu lama.
- Sedang hamil.

 

Gejala Hemoroid
Gejala yang muncul akibat wasir atau hemoroid pada umumnya ringan. Gejalanya bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Beberapa orang bahkan tidak menyadari mereka menderita hemoroid karena mereka tidak mengalami gejala sama sekali.
- Pendarahan setelah buang air besar tanpa rasa nyeri. Warna darah merah terang.
- Benjolan tergantung di luar anus yang terasa nyeri dan sensitif. Benjolan ini biasanya didorong kembali ke dalam setelah buang air besar.
- Kotoran keluar dengan sendirinya melalui anus.
- Mengalami gatal-gatal atau iritasi, sakit, merah dan bengkak di sekitar anus.
- Keluarnya mukosa atau lendir setelah buang air besar.

Jika pembuluh darah yang membengkak terdapat di dalam anus dan tidak dapat terlihat disebut sebagai hemoroid internal (disini saraf untuk rangsang nyeri sedikit). Namun jika pembengkakan terjadi di luar anus di dekat lubang anus disebut dengan hemoroid external, yang terasa lebih nyeri karena bany ak terdapat saraf terhadap rangsang nyeri.

 

Diagnosis Hemoroid
Wasir atau hemoroid bisa dengan mudah didiagnosis oleh dokter dengan memeriksa saluran belakang atau lubang anus pasien untuk mencari pembengkakan pembuluh darah. Jika terdapat hemoroid, dokter akan memeriksa lokasi, ukuran, dan mengusulkan rencana pengobatan berdasarkan tingkat keparahan wasir atau hemoroid yang diderita.

 

Penanganan Hemoroid
Wasir atau hemoroid kadang bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari dengan cara melakukan perubahan pola makan tinggi serat, banyak minum air putih dan tidak mengejan saat buang air besar.
Namun, pada kondisi tertentu diperlukan perawatan yang lebih invasif, yaitu dengan pemakaian obat-obatan. Obat yang digunakan berfungsi untuk meredakan rasa nyeri dan memudahkan buang air besar. Ada juga obat cream yang dioleskan disekitar anus atau obat yang dimasukan ke anus. Perawatan ini tergantung kepada letak hemoroid. Untuk hemoroid internal bisa diterapi dengan obat-obatan terlebih dahulu, namun untuk hemoroid external biasanya pada derajat 3 atau 4 disarankan untuk tindakan operatif.

 

Pencegahan
Cara terbaik untuk mencegah wasir atau hemoroid adalah dengan menjaga agar tinja tetap lunak dan bisa dikeluarkan dengan mudah. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Mengkonsumsi makanan kaya serat. Lebih banyak makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Dengan mengkonsumsi jenis makanan ini akan melembutkan tinja dan meningkatkan jumlah yang dikeluarkan.
- Minum banyak cairan. Minumlah 6 (enam) hingga 8 (delapan) gelas air putih tiap hari.
- Jangan mengejan berlebihan. Mengejan dan menahan nafas saat mencoba mengeluarkan kotoran dapat menghasilkan tekanan lebih besar pada pembuluh darah di rektum bawah.
- Jangan menunda buang air besar. Ketika menunda buang air besar, tinja bisa menjadi kering dan sulit dikeluarkan.
- Berolahraga secara teratur. Olah raga dapat membantu mencegah konstipasi dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah.
- Hindari duduk terlalu lama. Duduk terlalu lama, terutama di toilet, bisa meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus.
- Menurunkan berat badan.
- Menghindari obat-obatan yang menyebabkan konstipasi seperti obat pereda rasa sakit.

Perubahan gaya hidup di atas juga bisa mengurangi risiko hemoroid untuk kambuh. Atau juga bisa mencegah munculnya hemoroid atau wasir.

 

Sumber: Majalah Islam Ar-Risalah, Rubrik Shihah, Edisi 193 (Syawal - Dzul Qa'dah 1438 H / Juli 2017), Oleh: dr. Tri Wahyuningrum

Hidup Sehat, Hidup Bahagia

 

.

Komentar